Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Contoh Majas Lengkap Dengan Pengertiannya 2016

misal Majas - Berikut ini kumpulan teladan majas lengkap yang sanggup engkau pelajari untuk mengetahui jenis-jenis gaya bahasa atau yang dikenal dengan istilah majas yang pada umumnya dipakai dalam bahasa indonesia.

Majas sendiri dibagi menjadi empat bab besar diantaranya majas perbandingan, majas perperihalan, majas penegasan dan majas sindiran. Silahkan simak kumpulan teladan majas lengkap dibawah ini.

* Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca. Ditinjau atau dilihat dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas :

1. Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan yaitu perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya tidak sama, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penerapan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana. misal:
- Semangatnya keras bagaikan baja.
- Mukanya pucat bagai mayat.
- Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

2. Metafora
Metafora yaitu majas yang mengungkapkan ungkapan secara eksklusif berupa perbandingan analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang menurut persamaan atau perbandingan, contohnya tulang punggung dalam kalimat cowok yaitu tulang punggung negara. misal:
- Engkau belahan jantung hatiku akungku. (sangat penting)
- Raja siang keluar dari ufuk timur
- Jonathan yaitu bintang kelas dunia.
- Harta karunku (sangat berharga)
- Dia dianggap anak emas majikannya.
- Perpustakaan yaitu gudang ilmu.

3. Personifikasi
Personifikasi yaitu majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seperti memiliki sifat mirip manusia. misal:
- Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
- Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
- Peluit wasit menjerit panjang menandai tamat dari pertandingan tersebut.

4. Alegori
Alegori yaitu Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Alegori ialah majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. misal: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori juga biasanya berbentuk dongeng yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral. misal:
Perjalanan hidup insan mirip sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang kala susah ditebak kedalamannya, yang rela mendapatkan segala sampah, dan yang pada kesannya berhenti dikala bertemu dengan laut.

5. Simbolik
Simbolik yaitu majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau flora sebagai simbol atau lambang. misal:
- Ia populer sebagai buaya darat.
- Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
- Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
- Melati, lambang kesucian
- Teratai, lambang pengabdian

6. Metonimia
Metonimia yaitu majas yang memakai ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penerapan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut. misal:
- Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
- Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
- Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

7. Sinekdok
Sinekdok yaitu majas yang sebut bab untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk diberikut.
a. Pars pro toto, yaitu sebut sebagian untuk keseluruhan. misal:
- Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
- Per kepala menerima Rp. 300.000.
b. Totem pro parte, yaitu sebut keseluruhan untuk sebagian. misal:
- Dalam pertandingan final badminton Rt.03 melawan Rt. 07.
- Indonesia akan menentukan idolanya malam nanti.

8. Simile
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang ditetapkan dengan kata depan dan penghubung, mirip layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai". misal:
Kau umpama air saya bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

* Majas Perperihalan
Majas Perperihalan yaitu “Kata-kata berkias yang menyatakan perperihalan dengan yang dimaksudkan bekerjsama oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Perperihalan dibedakan menjadi diberikut.

1. Antitesis
Antitesis yaitu majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya. misal:
- Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan ekspo itu.
- Miskin kaya, anggun jelek sama saja di mata Tuhan.

2. Paradoks
Paradoks yaitu majas yang mengandung perperihalan antara pernyataan dan fakta yang ada. misal;
- Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
- Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3. Hiperbola
Majas berlebihan yaitu majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud mempersembahkan kesan mendalam atau meminta perhatian. misal:
- Suaranya menggelegar membelah angkasa.
- Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4. Litotes
Litotes yaitu majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri. misal:
- Makanlah seadanya spesialuntuk dengan nasi dan air putih saja.
- Mengapa engkau bertanya pada orang yang terbelakang mirip saya ini?

* Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk diberikut.

1. Pleonasme
Pleonasme yaitu majas yang memakai kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata. misal:
- Semua siswa yang di atas supaya segera turun ke bawah.
- Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

2. Repetisi
Repetisi yaitu majas perulangan kata-kata sebagai penegasan. misal:
- Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
- Marilah kita sambut jagoan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3. Paralelisme
Paralelisme yaitu majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi. misal:
- Cinta yaitu pengertian
- Cinta yaitu kesetiaan
- Cinta yaitu rela berkorban

4. Tautologi
Tautologi yaitu majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu memakai kata bersinonim. misal:
- Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku spesialuntuk ingin bertukar pikiran saja.
- Seharusnya sebagai teman bersahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5. Klimaks
Klimaks yaitu majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin usang makin meningkat. misal:
- Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang renta pun mengikuti lomba Agustusan.
- Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak memiliki berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

6. Antititikpuncak
Antititikpuncak yaitu majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin usang semakin menurun.
- Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
- Di kota dan desa hingga pelosok kampung tiruana orang merayakan HUT RI ke -62.

7. Retorik
Retorik yaitu majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawabanan. Tujuannya mempersembahkan penegasan, sindiran, atau menggugah. misal:
- Kata siapa keinginan sanggup didapat cukup dengan sekolah formal saja?
- Apakah ini orang yang selama ini engkau bangga-banggakan ?

* Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1. Ironi
Ironi yaitu majas yang menyatakan hal yang berperihalan dengan maksud untuk menyindir seseorang. misal:
- Ini gres namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.
- Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya hingga tidak sanggup Aku baca.

2. Sinisme
Sinisme yaitu majas yang menyatakan sindiran secara eksklusif kepada orang lain. misal :
- Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang berakal mirip dirimu.
- Lama-lama saya sanggup jadi absurd melihat tingkah lakumu yang tidak masuk akal itu.

3. Sarkasme
Sarkasme yaitu majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah. misal:
- Mau muntah saya melihat wajahmu, pergi engkau!
- Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

Demikian contoh majas yang sanggup diposkan kali ini, semoga bermanfaa!!

artikel terkait:
- contoh peribahasa
- contoh resensi buku

Post a Comment for "Contoh Majas Lengkap Dengan Pengertiannya 2016"